1. Berkomunikasi:
- Anak bertanya – orang tua menjawab, sampai anak “puas” (sementara berhenti bertanya). Jawablah dengan jujur dan terbuka. Tidak berceramah berlebihan, tetapi berikan informasi yang menjawab pertanyaan anak sesuai dengan kematangan intelektualnya.
- Jika Anda tidak dijawab, maka anak akan mencari jawaban sendiri dari sumber-sumber yang kemungkinan tak terkontrol oleh orang tua.
- Gunakan istilah ilmiah untuk bagian-bagian dari organ seksual: penis/ vagina.
- Bisa menggunakan buku, tetapi buku tidak menggantikan peran Anda.
- Jika anak tidak bertanya, orang tua ganti bertanya dengan memanfaatkan ”situasi”, untuk mengumpan keterangan yang sudah kita disiapkan sesuai dengan perkembangan intelektualnya
2. Memberi Teladan:
- Anak belajar dengan meniru. Dalam pendidikan prilaku, teori tidak cukup. Sex tidak saja mencakup hubungan fisik, tetapi prilaku kita sebagai pria dan wanita, pria kepada wanita dan sebaliknya.
3. Menentukan Standar Moral
- ”Kenapa temanku boleh, aku tidak boleh?” Ini tidak akan terjawab dengan baik kalau kita tidak punya standar.
- Alkitab adalah standar yang mantap, absolut dan tidak berubah. Kolose 2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar